__________________________
Libur
telah tiba, ini adalah masa berpergian jauh dari rumah, kali ini keluarga Alf
berlibur ke vila yang ada di samping danau luas, tapi hal yang membuat Alf
sedih adalah dia harus terpisah dari 2 teman dudulnya yang juga sedang
berlibur.
Sore
Bunda Tyas santai duduk di villa sambil menghadap kearah danau yang luas dan
indah, karena nuansa hari Ibu masih terasa jadi Bunda Tyas untuk beberapa hari
ini dibebas tugaskan untuk mengurus Alf dan Bapak Herry, pokoknya Bunda Tyas
harus santai deh.
Nah
Sore itu Alf dan Bapak Herry mandi di danau, maklum Alf masih belum bisa
berenang jadi Alf di ajarin berenang. Air danau yang dingin terasa segar karena
trik matahari yang panas menyentuh kulit mereka yang sao matang (wah tambah
matang nih sao).
Cukup
lama belajar berenang si Alf gak bisa-bisa, malah beberapa kali timbul
tenggelam. Sempat Alf mau menyerah tapi untunglah Bapaknya terus
menyemangatinya.
“Mengapa
kita mesti jatuh, karena dengan itu kita bisa belajar untuk bangkit lagi,” ucap
Bapak Herry menyemangati.
Alf
yang berpegangan pada pelampung pun langsung Protes. “Kita kan lagi berenang,
bukannya kalau berenang itu tenggelam bukan jatuh?,” tanya Alf heran.
Bapak
Herry gak mau ambil pusing. “Ya udah kita ganti aja jadi : Mengapa orang mesti
tenggelam, karena dengan itu kita bisa belajar untuk berenang.”
Karena
sore itu keasikan berenang alias bermain air sampai puas, Alf pun malamnya
terserang demam, badannya panas walau gak panas-panas banget sih cuman si
Alfnya aja yang lagi pengen di manja-manja Bunda Tyas.
Sudah
tiga kali Bapak Herry keluar membelikan makanan yang pengen di makan sama Alf
dan kali ini dia ngambek pengen makan nasi tumpeng. Aneh betul nih anak dudul
sakit kok nafsu makannya meningkat?.
Bapak
Herry sama Bunda Tyas yang tau bahwa Alf cuma akal-akalan sakit pun tertawa
sambil pura-pura ngikutin kemauan Alf, hingga akhirnya Bapak Herry bilang.
“Bunda
siapin aja baju kita akan ke rumah sakit terdekat buat meriksa Alf.”
Alf
yang mendengar hal itu langsung berpikir yang engak-engak. Wah gawat nih, kalau sampai dibawa ke rumah sakit nanti bisa di
suntik!. Alf bangkit lalu bilang sama Bapak Herry dan Bunda Tyas. “Gak usah
ke Rumah sakit ah, Alf udah bisa jalan kok, badan Alf juga udah gak panas lagi,
mungkin karena sudah makan soto tadi,” Alf beralasan.
Bapak
Herry mengerutkan keningnya. “Tetap aja harus di periksa, siapa tahu
penyakitnya lagi bobo karena kenyang makan soto tadi, kita harus tetap ke rumah
sakit.”
Alf
mulai ketakutan. “Bunda kita gak usah ke rumah sakit ya,” nada manjanya mulai
keluar (ini salah satu jurus andalannya). Bunda Tyas hanya senyum sambil
mendekat dan bebaring di samping anaknya itu.
“Ya
udah, kamu bobok aja ya,” ucap Bunda Tyas sambil mencium anaknya yang tampan
itu.
“Bunda,
kenapa kalau banyak-banyak main air malah bisa bikin demam?,” tanya Alf Lugu.
Bapak
Herry mendekat dan berbaring di samping Alf di sisi yang berlawanan dengan
Bunda Tyas. “Karena di air itu kan banyak kuman dan bakteri yang gak bisa dilihat
oleh mata.”
“Masak
sih?,” Alf terdengar tidak percaya. “Kalau gitu kenapa kita minum air dan
mencuci yang kotor pakai air, kalau banyak bakterinya berarti tambah kotor
dong?,” Alf mulai penasaran.
“Oleh
sebab itu Air harus di masak dulu dan kalau mencuci baju harus pakai sabun
cuci, begitu juga dengan mandi, harus pakai sabun mandi,” Bunda Tyas memberikan
jawaban.
“Oh,
pantes kemaren si Indra sakit perut waktu ditinggal Emak Rave jalan.” Ucap Alf
menarik kesimpulan.
“Apa
hubungannya sakit perut Indra sama Emak Rave jalan?,” tanya Bapak Herry heran.
“Waktu
itu air di dalam kulkas habis, si Indra minum air dari keran.”
Bunda
Tiyas dan Bapak Herry langsung saling pandang dan tersenyum.
Malam
semakin larut Alf pun akhirnya tidur juga, walau sudah banget nidurkan anak
dudul yang satu ini.
Bunda
Tyas dan bapak Herry duduk di luar vila sambil memandang kearah danau yang
langitnya indah berhiaskan bintang. Menikmati malam yang indah tanpa Alf yang
cerewet memang terasa menenangkan hati.[]
NB : kikikiiiii udah dulu ah, tar kalau diterusin bisa bahaya
kikiiiiiii kaborrrrrrrrrrrrrr dulu kerja lagi!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Semoga terhibur dengan ke dudulan 3 bocah dudul, jangan lupa untuk berkomentar. Terima kasih