Jumat, 23 Desember 2011

[Dudul Series] Liburan Alf bersama Bapak Herry F dan Bunda Arya Ningtyas


__________________________
Libur telah tiba, ini adalah masa berpergian jauh dari rumah, kali ini keluarga Alf berlibur ke vila yang ada di samping danau luas, tapi hal yang membuat Alf sedih adalah dia harus terpisah dari 2 teman dudulnya yang juga sedang berlibur.
Sore Bunda Tyas santai duduk di villa sambil menghadap kearah danau yang luas dan indah, karena nuansa hari Ibu masih terasa jadi Bunda Tyas untuk beberapa hari ini dibebas tugaskan untuk mengurus Alf dan Bapak Herry, pokoknya Bunda Tyas harus santai deh.

Nah Sore itu Alf dan Bapak Herry mandi di danau, maklum Alf masih belum bisa berenang jadi Alf di ajarin berenang. Air danau yang dingin terasa segar karena trik matahari yang panas menyentuh kulit mereka yang sao matang (wah tambah matang nih sao).
Cukup lama belajar berenang si Alf gak bisa-bisa, malah beberapa kali timbul tenggelam. Sempat Alf mau menyerah tapi untunglah Bapaknya terus menyemangatinya.
“Mengapa kita mesti jatuh, karena dengan itu kita bisa belajar untuk bangkit lagi,” ucap Bapak Herry menyemangati.
Alf yang berpegangan pada pelampung pun langsung Protes. “Kita kan lagi berenang, bukannya kalau berenang itu tenggelam bukan jatuh?,” tanya Alf heran.
Bapak Herry gak mau ambil pusing. “Ya udah kita ganti aja jadi : Mengapa orang mesti tenggelam, karena dengan itu kita bisa belajar untuk berenang.”
Karena sore itu keasikan berenang alias bermain air sampai puas, Alf pun malamnya terserang demam, badannya panas walau gak panas-panas banget sih cuman si Alfnya aja yang lagi pengen di manja-manja Bunda Tyas.
Sudah tiga kali Bapak Herry keluar membelikan makanan yang pengen di makan sama Alf dan kali ini dia ngambek pengen makan nasi tumpeng. Aneh betul nih anak dudul sakit kok nafsu makannya meningkat?.
Bapak Herry sama Bunda Tyas yang tau bahwa Alf cuma akal-akalan sakit pun tertawa sambil pura-pura ngikutin kemauan Alf, hingga akhirnya Bapak Herry bilang.
“Bunda siapin aja baju kita akan ke rumah sakit terdekat buat meriksa Alf.”
Alf yang mendengar hal itu langsung berpikir yang engak-engak. Wah gawat nih, kalau sampai dibawa ke rumah sakit nanti bisa di suntik!. Alf bangkit lalu bilang sama Bapak Herry dan Bunda Tyas. “Gak usah ke Rumah sakit ah, Alf udah bisa jalan kok, badan Alf juga udah gak panas lagi, mungkin karena sudah makan soto tadi,” Alf beralasan.
Bapak Herry mengerutkan keningnya. “Tetap aja harus di periksa, siapa tahu penyakitnya lagi bobo karena kenyang makan soto tadi, kita harus tetap ke rumah sakit.”
Alf mulai ketakutan. “Bunda kita gak usah ke rumah sakit ya,” nada manjanya mulai keluar (ini salah satu jurus andalannya). Bunda Tyas hanya senyum sambil mendekat dan bebaring di samping anaknya itu.
“Ya udah, kamu bobok aja ya,” ucap Bunda Tyas sambil mencium anaknya yang tampan itu.
“Bunda, kenapa kalau banyak-banyak main air malah bisa bikin demam?,” tanya Alf Lugu.
Bapak Herry mendekat dan berbaring di samping Alf di sisi yang berlawanan dengan Bunda Tyas. “Karena di air itu kan banyak kuman dan bakteri yang gak bisa dilihat oleh mata.”
“Masak sih?,” Alf terdengar tidak percaya. “Kalau gitu kenapa kita minum air dan mencuci yang kotor pakai air, kalau banyak bakterinya berarti tambah kotor dong?,” Alf mulai penasaran.
“Oleh sebab itu Air harus di masak dulu dan kalau mencuci baju harus pakai sabun cuci, begitu juga dengan mandi, harus pakai sabun mandi,” Bunda Tyas memberikan jawaban.
“Oh, pantes kemaren si Indra sakit perut waktu ditinggal Emak Rave jalan.” Ucap Alf menarik kesimpulan.
“Apa hubungannya sakit perut Indra sama Emak Rave jalan?,” tanya Bapak Herry heran.
“Waktu itu air di dalam kulkas habis, si Indra minum air dari keran.”
Bunda Tiyas dan Bapak Herry langsung saling pandang dan tersenyum.
Malam semakin larut Alf pun akhirnya tidur juga, walau sudah banget nidurkan anak dudul yang satu ini.
Bunda Tyas dan bapak Herry duduk di luar vila sambil memandang kearah danau yang langitnya indah berhiaskan bintang. Menikmati malam yang indah tanpa Alf yang cerewet memang terasa menenangkan hati.[]
NB : kikikiiiii udah dulu ah, tar kalau diterusin bisa bahaya kikiiiiiii kaborrrrrrrrrrrrrr dulu kerja lagi!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semoga terhibur dengan ke dudulan 3 bocah dudul, jangan lupa untuk berkomentar. Terima kasih